The Darkness

PicsArt_1430025493995

Author: MyLovEvil

Tittle: The Darkness

Category: NC21, kekerasan, romance, sad.

Cast: Cho Kyuhyun, Park Channie (oc), and other cast

Desclaimer: Hai.. ini fanfiction NC pertama saya, jadi masih butuh kritik dan saran dari kalian semua. fanfiction ini juga terinspirasi dari banyak novel yang aku baca ya^^ dan kenapa saya menggunakan nama Park Channie, entah kenapa saya rasa kayaknya cocok, gitu aja. Kalian bisa mengimajinasikannya sebagai diri kalian sendiri atau ulzzang kaporit? Kalian.

AWAS TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA

DON’T PLAGIAT AND COPAS OKE

 

 

 

 

—o0o—-

 

 

 

Udara pada malam hari terasa begitu dingin. Seorang gadis mungil berjalan pelan tanpa mengenakan pakaian tebal untuk melindungi tubuhnya dari udara disekitarnya. Gadis itu sangat menyukai udara dingin. Bahkan ia tak merasa kedinginan sama sekali. Gadis itu hanya berjalan dengan tatapan kosong kedepannya. Pikirannya selalu dipenuhi oleh bayang-bayang kedua orang tuanya.

Sejak ia berumur 8 tahun kedua orang tuanya tak pernah akur. Entah apa saja yang mereka masalahkan. Ia sendiri tidak mau memikirkan itu semua disaat dirinya sedang menikmati kesunyiannya.

Channie, gadis itu sebenarnya sudah sangat terbiasa dengan keributan yang diciptakan kedua orang tuanya, tetapi akhir-akhir ini ia mulai jengah menghadapi itu semua. Sudah 15 tahun ia berusaha menulikan telinganya untuk tak mendengarkan teriakan ibu dan ayahnya yang bertengkar. Entah kenapa kedua orang itu tidak bercerai saja jika melewati hari demi hari dengan keributan.

Channie tidak ingin mencampuri urusan kedua orang tuanya itu. Menurutnya mereka sama saja keras kepalanya. Channie pernah memergoki ayahnya berjalan bersisihan dengan seorang wanita yang berpakaian minim, bahkan Channie juga pernah melihat ibunya mencumbu seorang pria di depan rumahnya sendiri. Channie hanya bisa menghela nafasnya pasrah saat melihat itu semua. Gadis itu sudah membuat komitmen untuk dirinya sendiri. Ia tak akan pernah melakukan hal seperti yang dilakukan kedua orang tuanya. Ia akan menjadi istri yang berbakti kepada suaminya dan selalu mencintai suaminya, kelak.

Channie tersadar dari lamunannya saat melihat keadaan sekitarnya. Ia sudah berjalan terlalu jauh. Channie menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya pelan sebelum membalikkan badannya kembali kerumah.

***

Channie membuka pelan-pelan pintu rumah sederhana-nya. Gadis itu menghela nafasnya lega saat tak melihat kedua orang tuanya. Ia melirik jam tangannya. Ini sudah hampir tengah malam dan mungkin kedua orang itu sudah lelah bertengkar kemudian memutuskan untuk tidur.

Channie memutuskan untuk masuk ke kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Matanya menatap langit-langit diatasnya. Sebulir air mata meluncur begitu saja dari sudut matanya. Gadis itu menginginkan hidup normal, ingin merasakan kasih sayang tulus yang diberikan oleh ibu dan ayahnya, ingin keluarganya hidup bahagia tanpa ada masalah sedikit pun. Dan dalam kegelapan malam yang menyisakan rasa sesak didadanya, ia memutuskan untuk tidur dan berdoa semoga hari esok lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

***

“jangan menggangguku!” desis seorang pria berumur 27 tahun itu tajam. Ia melirik sinis pada wanita di depannya. Gadis itu tidak mengindahkan perkataan pria itu. Justru semakin gencar mendekatinya dengan gaya yang sensual, mencoba menggoda pria itu.

“kau tidak kelelahan bekerja terus-terusan? Kau terlihat seperti pria tua yang menghabiskan hidupmu demi uang.” Ucap gadis itu.

Kyuhyun mendesis kesal kemudian menatap wanita itu tajam. Rahangnya mengeras, menahan amarahnya yang memuncak karena tingkah gadis di sampingnya.

“kuharap kau tidak menggangguku Kim Joo Hyun! Sampai kapan pun aku tidak akan mau menikahimu!” desisnya tajam.

Joo Hyun menatap Kyuhyun dengan pandangan tajamnya, gadis itu tersenyum sinis lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. menatap mata pria itu lekat-lekat dan membuang jauh-jauh rasa takutnya karena tatapan yang dikeluarkan pria itu. Baginya, apa yang sudah ditentukan untuknya berarti semua itu harus terjadi.

“sayangnya, Cho Yeung Hwan sudah menyerahkanmu padaku. Aku tidak bisa menolaknya, bukan.” Ucapnya dengan nada yang dibuat lembut.

Kyuhyun membuang wajahnya kasar, tangannya menepis kasar tangan gadis itu yang menyentuh kerah kemejanya. Ayahnya benar-benar keterlaluan. Belum puaskah selama ini pria tua itu selalu mengatur hidupnya. Bahkan ia rela meninggalkan cita-citanya demi meneruskan perusahaan yang sudah berpuluhan tahun ini selalu berkembang pesat. Sejak berumur 16 tahun ia harus berkutat dengan buku-buku yang berisi tentang bisnis. Ia seperti hidup sendiri di dunia ini jika saja tidak ada kakaknya yang selalu menyemangatinya. Sayangnya kakaknya itu berada di luar negeri, berusaha menghindar dari ayahnya. Cho Ahra ingin hidupnya bebas tanpa ada campur tangan ayahnya, walaupun terkadang gadis itu selalu menangisi adiknya yang menanggung beban seberat itu.

***

Channie terbangun dari tidurnya, gadis itu selalu memutuskan untuk bangun pagi-pagi sekali untuk menghindari orang tuanya. Biasanya ia bangun sekitar jam setengah lima. Channie menatap layar ponselnya, foto dirinya yang masih balita dan juga kedua orang tuanya terpampang jelas di layar ponselnya. Channie hampir saja menitikkan air matanya jika ia tak buru-buru tersadar akan waktu. Channie merapihkan tempat tidurnya lalu memutuskan untuk mandi.

Setelahnya Channie menatap pantulan dirinya pada sebuah cermin di depannya. Matanya terlihat sembab sehabis menangis tadi malam. Channie keluar dari kamar mandi, ia memutuskan memakai celana jeans panjang dengan atasan kaos longgar. Ia mengambil tas biolanya. Belum sempat Channie membuka pintu, diluar sana terdengar suara seorang wanita yang ia yakini jika itu bukan suara ibunya. Channie menghela nafasnya pelan lalu memutuskan keluar rumah melalui jendela kamarnya. Seperti itulah kebiasaannya, jika di pagi hari mendengar suara wanita lain selain suara ibunya. Channie tak ingin bertemu semua selingkuhan kedua orang tuanya itu.

Channie berjalan sendirian menyusuri jalanan yang terlihat indah di matanya. Musim gugur memang sangat ia sukai, apalagi di saat daun-daun berjatuhan. Channie membawa sebuah tas berisi biola ditangannya. Gadis itu terbilang cukup ahli memainkan beberapa alat musik. Lewat nada-nada yang dimainkannya-lah yang membuat hatinya terasa lebih ringan dan juga sedikit menghilangkan beban pikirannya. Ia mendudukan dirinya dibawah pepohonan lalu mengeluarkan biolanya dari tas kusus itu.

Suara alunan biola itu mengalun merdu bagi setiap orang yang mendengarnya. Channie memainkannya dengan sangat ahli, disetiap gesekan nadanya membawa perasaan kesedihan seperti yang dialami gadis itu hari-harinya.

Dari kejauhan terlihat seorang pria yang menatap kearah Channie dengan pandangan sedihnya. Suara alunan biola itu semakin keras, semakin menyentuh hingga ke dalam dada pria itu. Kyuhyun berjalan menghampiri gadis itu dengan pandangan kosong, seolah terhipnotis dengan nada yang didengarnya barusan.

Channie menghentikan permainan biolanya, kedua mata bulatnya kembali terbuka dan setetes air mata kembali turun dari pelupuk matanya. Matanya terpaku pada pria yang berdiri beberapa meter di depannya. Mata pria itu menatap tepat dimanik matanya, ia tahu itu walaupun jarak mereka cukup jauh.

Channie tetap terdiam di tempatnya saat Kyuhyun berjalan pelan kearahnya dengan mengunci tatapannya.

“kau menangis?” hanya itu kata yang terlontar dari bibir Kyuhyun, nada suaranya terdengar datar bahkan raut wajahnya pun terlihat datar. Entah kenapa pria itu mengetahui isi hati gadis di depannya. Tentu saja ia tahu, setelah apa yang dilihat dan didengarnya. Gadis itu seperti menyimpan beban yang cukup berat, mungkin sama sepertinya.

Channie menundukkan wajahnya kemudian menghapus air matanya, ia mengubah air mukanya kembali menjadi gadis dingin. “aku tidak apa-apa.” Ucap Channie sambil membereskan biolanya lalu berdiri dari duduknya, berniat meninggalkan pria itu.

Kyuhyun mencekal tangan gadis mungil itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia menatap lekat-lekat manik mata gadis itu. Channie sendiri merasa risih dengan pria yang tidak dikenalnya itu. Entah kenapa aura yang dikeluarkan Kyuhyun adalah aura yang menyeramkan bagi dirinya. Channie menepis halus tangan Kyuhyun yang mencekal tangannya lalu membungkukkan badannya hormat.

“aku akan memilikimu!” desis Kyuhyun yang menatap kepergian Channie dengan pandangan nanar.

***

Kyuhyun menyesap kopinya pelan-pelan. Pria itu baru saja pulang dari pekerjaannya dan memutuskan untuk mampir ke salah satu cafe miliknya yang terletak tak jauh dari kantornya. Mata pria itu kembali terkunci pada sosok gadis yang ia temui di taman, pagi tadi. Sepertinya gadis itu menjadi pemain musik di cafe ini. Bahkan ia baru tahu jika gadis itu bekerja disini, karena kemarin-kemarin ia tak melihat sama sekali gadis itu.

Channie memainkan alat musik yang berbeda dari pagi tadi, ia memainkan piano dengan tangannya yang lincah. Kyuhyun terpaku ditempatnya saat mendengar suara wanita itu. Lembut, itulah kesan pertamanya. Suara gadis itu memiliki ciri khas sendiri dan menimbulkan perasaan nyaman didadanya. Ia memanggil asistennya. “cari tahu tentang gadis itu.” Ucap Kyuhyun datar sambil mengedikkan dagunya pada Channie. Asistennya mengangguk patuh lalu menjauh dari Kyuhyun.

***

Channie tersenyum tipis sambil membungkukkan badannya. Kemudian terdengar salah satu penonton sekaligus pengunjung cafe yang memecahkan keheningan dengan tepukan tangannya. Seketika itu juga ruangan disana menjadi ramai karena tepukan tangan dan teriakan antusias dari pengunjung disana.

Mata Channie kembali terpaku pada  seorang pria dingin yang menatapnya dengan senyum miring dan Channie mengakuinya! lelaki itu berkali-kali lipat lebih tampan! Channie mengalihkan tatapannya sebelum pikirannya melayang jauh, lalu Channie memutuskan untuk berjalan kebelakang panggung.

Gadis itu berjalan menuju ruang ganti ingin mengambil tasnya dan juga berganti baju disana. ia menutup pintu ruang ganti rapat-rapat lalu menyandarkan tubuhnya pada pintu dibelakangnya. Sambil memejamkan matanya Channie menepuk-nepuk dadanya yang terasa berdebar entah karena apa.

“pertunjukanmu tadi menakjubkan, nona.”

Channie membelalakan matanya, gadis itu mengalihkan tatapannya ragu. Ia meloncat kaget saat melihat pria itu yang bersandar pada dinding dengan tenang. Gadis itu sudah membuat aba-aba untuk kabur dari sana. Tapi sebelum itu terjadi, Kyuhyun sudah menarik lengan Channie lalu memojokkannya pada pintu di belakang gadis itu. “mencoba kabur, nona Park.” Ucap Kyuhyun dengan smriknya.

Channie menelan ludahnya gugup. selama ini ia tak pernah sedekat ini dengan lelaki manapun. Dan ini pertama kalinya ia berada dekat dengan seorang pria. Belum lagi aura yang dikeluarkan pria di depannya begitu kuat, begitu menyeramkan menurut Channie. Ia kembali disergap rasa takut dengan tatapan dan senyuman licik pria di depannya. “minggir.” Ketus Channie dengan wajah dingin.

Kyuhyun memajukan wajahnya sambil menatap lekat-lekat gadis di depanya. Senyum miringnya tak pernah lepas dari sudut bibirnya.

Channie menatap garang pada Kyuhyun, ia menahan dada pria itu dan berusaha mendorongnya agar menjauh. Channie menatap Kyuhyun kesal saat usahanya gagal. Ia tahu tubuhnya terlalu mungil dan tenaganya tidak sebesar pria di depannya. “apa yang kau inginkan!” gertak Channie.

Kyuhyun tersenyum tipis lalu memiringkan wajahnya. “hanya ingin memandang wajahmu.” Gumamnya. Channie mengerutkan alisnya dengan tangan yang masih bertengger didepan dada pria itu. “ kubilang minggir!” teriak Channie kembali mendorong Kyuhyun dengan sekuat tenaga. Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dengan senyum setengahnya, setelahnya ia menarik tangan Channie keluar dari ruangan itu dan membawanya keparkiran.

“masuklah.” Ucap Kyuhyun datar. Channie mengalihkan tatapannya kearah lain saat melihat tatapan tajam pria itu kearahnya. Bahkan ia sendiri tidak tahu nama pria itu dan apa mungkin dia akan diculik? Wajahnya memang tak asing, Channie sepertinya pernah melihat pria itu disebuah…

Astaga, majalah bisnis. Ya, Channie ingat betul. Saat Channie bekerja sebagai pelayan ia pernah melihat sebuah majalah yang tertinggal diatas meja pelanggan, kebetulan saat itu pengunjung cafe nampak lenggang jadi ia melihat-lihat isi majalah bisnis itu hingga akhirnya Channie melihat tatappan tajam nan dingin milik Kyuhyun. Jadi pria yang menarik tangannya itu seorang CEO?

Pikirannya berkecamuk kemana-mana saat Kyuhyun sudah mendorongnya masuk kedalam mobil mewahnya.

Pria itu duduk di kursi kemudi lalu menyalakan mesin mobilnya. Selama perjalanan tidak ada percakapan yang keluar dari kedua insan tersebut. Channie sendiri hanya bisa menautkan kedua tangannya gugup. ia takut jika apa yang dipikirkannya itu terjadi.

“Cho Kyuhyun, itu namaku. Jika kau berpikiran aku akan menculikmu, itu tidak benar sama sekali. Sebaliknya, aku hanya ingin mengantarmu pulang dengan selamat, Channie.” Ucap kyuhyun dengan senyum smriknya.

Channie menggigit bibir bawahnya, matanya melirik cepat kearah Kyuhyun saat pria itu menyebut namanya. Biasanya tidak seperti ini, siapa pun yang menyebut namanya tidak pernah membuat hati Channie berbunga-bunga dan juga menimbulkan gelenyar-gelenyar aneh di dalam perutnya.

Channie melirik Kyuhyun melalui bulu matanya “bagaimana bisa kau tahu namaku?”

“sangat mudah bagiku, karena aku punya segalanya.” Ucap Kyuhyun tanpa menatap Channie.

Channie memutar bola matanya jengah saat mendengar perkataan sombong pria disampingnya. Ia lebih memilih melihat jalanan disampingnya dari pada menanggapi perkataan pria itu dan sepertinya Kyuhyun sangat serius mengendarai mobilnya, jadi suasana disana kembali sunyi.

Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah sederhana dengan taman yang nampak terawat. Rumah Channie terlihat sangat sederhana jika saja tidak ada tanaman-tanaman itu yang menghiasi rumahnya, ia seperti mengenal tempat ini? Tapi kapan ia datang kemari? Channie mengikuti arah pandangan Kyuhyun. ia hanya bisa tersenyum miris menatap rumahnya. “sepertinya rumahku tidak sebagus rumahmu, mungkin. Tatapanmu terlihat mengasihaniku.” Gumam Channie tanpa mengalihkan tatapannya.

Tiba-tiba Kyuhyun memandang Channie dengan sendu. “rumahku akan sangat indah jika ayah dan ibuku akur. Hanya tanaman itu yang aku punya untuk menenangkan hatiku, hanya tanaman itu yang mengerti perasaanku.” Ucap Channie lirih dan setetes air mata meluncur begitu saja di pipi kirinya.

Kyuhyun hanya diam menatap gadis di sampingnya dan rumah itu bergantian. Channie tersadar dari perkataannya, ia segera menoleh kearah Kyuhyun lalu menundukkan kepalanya hormat. “terimakasih.” Gumam Channie lalu keluar dari mobil mewah Kyuhyun.

Kyuhyun memandang punggung ringkih itu sendu, penglihatannya teralihkan saat melihat seorang pria paruh baya yang merangkul seorang wanita berpenampilan seksi sambil berjalan kearah Channie. Ia mengerutkan keningnya saat pria paruh baya itu berjalan melewati Channie masuk kerumah gadis itu. tanpa pikir panjang Kyuhyun kembali menyalakan mesin mobilnya lalu membawanya menuju penthouse miliknya.

Sesampainya di Penthouse, Kyuhyun langsung berjalan menuju ruang kerjanya. pria itu terbiasa meneruskan pekerjaannya disana tanpa ada gangguan dari siapa pun. Lagi pula tak satu orang pun yang tahu keberadaan dirinya yang tinggal dipenthouse mewah ini kecuali para pegawai di tempat ini, asistennya dan kakaknya. Bahkan ayahnya dan Joo Hyun hanya tahu jika ia tinggal di sebuah apartement mewah yang hanya ia kunjungi seminggu sekali. Ia tersenyum sinis saat kembali mengingat nama itu. Dua orang itu benar-benar selalu membuatnya muak.

Kyuhyun membuka laci di meja kerjanya. ia mengambil sebuah bingkai foto dari sana. Kyuhyun menatap foto itu lama. “eomma.” Lirihnya. Ibunya yang tidak pernah ia temui lagi bahkan untuk selamanya. Ia ingin sekali mengadukan sikap ayahnya pada dirinya. Ia sangat ingin bertemu dengan ibunya walau sebentar. Walaupun beliau bukanlah ibu kandungnya, tapi beliau sangat menyayangi Kyuhyun seperti anaknya sendiri. Pria tua itu jadi semakin kejam. Bahkan Kyuhyun harus menanggung rasa sakit akibat pukulan-pukulan ayahnya karena Kyuhyun tidak mau menuruti perkataan ayahnya. Saat itu kakaknya hanya bisa menangis saat melihat adiknya dipukuli. Terkadang Kyuhyun merasa iri dengan kakaknya. Ahra tidak pernah diperlakukan kasar oleh ayahnya. Tidak seperti Kyuhyun yang hampir setiap hari terkena marahan sang ayah.

Bahkan jika dirinya salah, ayahnya itu akan mengurung dirinya di sebuah gudang seharian. Tidak diberikan makan ataupun minum. Setelahnya ia tertidur lemas dengan wajah yang pucat karena kelaparan. Dan dengan teganya, Cho Yeung Hwan membiarkan Kyuhyun kesakitan di kamarnya, tidak membawanya kedokter. Untunglah ada Ahra, wanita itu yang merawat Kyuhyun hingga sembuh. Selalu menemaninya dimalam hari hingga dirinya teridur. Kakaknya menjadi duplikat ibunya. Perlakuan Ahra selalu mengingatkan dirinya akan ibunya dan itulah alasan ayahnya berperilaku tak adil.

Masa lalunya yang kelam membuat dirinya terjerumus kedalam sekelompokkan mafia. Dia membunuh lebih karena keinginannya sendiri. Termasuk salah satu hoby-nya, mungkin. Dua tahun yang lalu dia belajar banyak tentang teknik-teknik menggunakan pistol maupun berbagai macam pedang. Kyuhyun sudah sangat mahir memainkannya. Dia tidak perlu belajar ilmu bela diri lagi karena dirinya adalah anggota Taekwondo sabuk hitam.

Tokk Tokk

Kyuhyun tersentak dari lamunannya lalu menyuruh orang itu masuk. Asistennya berjalan kearahnya, membawa sebuah map coklat ditangannya. “ada pekerjaan untukmu, Tuan.” Ucap asistennya ramah.

Jong Jin berjalan ke arah Kyuhyun lalu menyerahkan map ditangannya.

“Membunuh siapa kali ini?” ucap Kyuhyun sambil membuka map ditangannya. Jong Jin duduk dikursi seberang Kyuhyun sambil menopang tangannya pada meja didepannya. “kau akan terpekik kaget setelah tahu siapa mangsamu selanjutnya.” Ucap Jong Jin sambil mengangkat bahunya.

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya lalu kembali pada kerjannya. Benar kata Jong Jin ia akan terpekik kaget setelah melihat dua buah foto ditangannya. Itu foto Channie dan pria itu adalah ayah dari gadis itu. Walaupun Kyuhyun hanya melihat pria itu dari sebuah foto, ia sangat yakin jika tebakannya tak salah.

“kenapa aku harus membunuhnya?” tanya Kyuhyun dengan menaikkan nada suaranya.

“Lee Jong Suk ingin kau membunuh kedua orang itu. Pria tua itu sepertinya tergila-gila pada ibu dari Channie. Mungkin Channie dan ayahnya selama ini menghalangi hubungannya dengan Nyonya Park.”

Kyuhyun melempar foto itu kasar. Ia menghempaskan badannya ke badan kursi sambil memijat pelipisnya. “bilang kepadanya, aku bisa mengatasi anaknya tapi tidak dengan membunuhnya.” Jong Jin mengerutkan alisnya saat melihat raut prustasi Kyuhyun. “kau menyukainya.” Tebak Jong Jin.

“ya setelah aku mendengar permainan biolanya, sepertinya ia tidak hidup dengan baik selama ini dan tiba-tiba saja ada rasa dimana aku sangat ingin melindunginya dan membuatnya bahagia.”

Jong Jin mengulum senyumnya lalu menegakkan tubuhnya. “bagaimana bisa kau menyimpulkan seperti itu hanya karena mendengar permainan biolanya?” kekeh Jong Jin.

Kyuhyun menatap Jong Jin tak terima. “kau lupa, dulu aku pecinta musik. Aku yakin orang yang tidak tahu apa-apa tentang musik pasti bisa menyimpulkannya.” Ucap Kyuhyun sambil menerawang.

***

Gadis itu terlihat gusar, ia hanya bisa mengacak-acak rambutnya kasar saat kedua telinganya kembali mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. Ia tak bisa berdiam diri lagi seperti biasanya. Gadis itu sudah terlalu muak dengan masalah kecil yang dibesar-besarkan, sepertinya kedua orang itu sudah tak mempedulikan lagi dengan keadaan sekitarnya.

Channie mengusap telinganya kasar. Ayolah! Siapa yang tidak kesal disaat kau sedang sibuk menghafal pelajaran dan telingamu mendengarkan suara gaduh diluar sana sedangkan hari esok adalah waktunya ujian akhir semester. Channie mencibirkan bibirnya kesal, gadis itu membuka pintu kamarnya kasar.

“Bisakah sehari saja kalian tidak bertengkar!” teriak Channie dari ambang-ambang pintu. Tapi sepertinya kedua orang itu tak mendengarkan teriakan Channie. Buktinya, mereka malah semakin menjadi. Ayah Channie mengambil sebuah vas bunga yang berada di sampingnya lalu mengangkatnya tinggi-tinggi, berniat membantingnya tepat kearah ibunya.

Channie mendengus kesal lalu meletakkan kedua tangannya didepan dadanya. “Lanjutkan Appa!” ketusnya saat melihat pria paruh baya itu menghentikan kegiatannya. Tuan Park menatap anaknya garang sambil mendesis marah. “kau kenapa disini! Masuk kembali ke kamarmu!” bentaknya.

Channie tersenyum meremehkan lalu menatap ayahnya lebih berani. “kalian terlihat seperti anak kecil! Jika memang kalian punya masalah bicarakan baik-baik! Kalian tidak malu mendengarkan pembicaraan para tetangga? Aku sudah muak mendengarkan pertengkaran kalian setiap harinya. 15 tahun, sudah 15 tahun aku mendiamkan kalian. Kali ini aku tak bisa diam saja dan membiarkan kalian bertengkar…” Channie menghela nafasnya berat lalu mengatur suaranya agar tidak terdengar serak.

“Sebaiknya, selesaikan masalah kalian baik-baik. Apa kalian tidak lelah bertengkar seperti ini setiap harinya? Jika memang hubungan kalian sudah tidak baik, lebih baik bercerai saja! Kalian sudah lebih tenang? Bagus, setidaknya aku tidak akan mengalami kejadian disaat akan memisahkan kalian waktu itu.” ketus Channie marah. Ia cepat-cepat memasuki kamarnya dan air matanya kembali turun melewati kedua pipinya.

Didalam hatinya ia berdoa agar kedua orang tuanya itu sadar, setidaknya mereka sedikit diam saat Channie berbicara tadi. Ini kedua kalinya ia menasehati orang tuanya. Dahulu Channie pernah melakukannya dan mendapatkan kemurkaan sang ayah.

“appa, eomma kumohon berhenti! Kumohon jangan bertengkar.”

 

“arrghh dasar anak sial pergi kau!”

 

teriakkan itu kembali menggema di sebuah ruangan. Pria tua itu mendorong tubuh anak perempuannya dengan kasar dan seorang wanita dengan umur yang tak jauh dari si pria itu hanya bisa menangis meraung-raung meminta ampun dari si pria.

 

“dasar tidak berguna! Beginikan caramu berselingkuh! Kau bahkan berani membawa selingkuhanmu ke depan rumahmu! Kau tidak tahu jika kau sudah bersuami dan mempunyai anak hah!” teriakan itu kembali menggema bahkan terdengar pecahan kaca yang sengaja dilemparnya.

 

“Appa, eomma.” Teriak gadis kecil itu lagi ketakutan. Entah dapat keberanian dari mana, gadis kecil itu menghampiri ibunya yang hampir menerima tamparan sang ayah.

 

Plakk

 

“Channie.” Teriak ibunya dengan deraian air mata.

 

“eomma.” Isak tangis gadis kecil itu lirih.

 

Ayah gadis kecil itu semakin murka, ia menarik tangan Channie kasar lalu menyeretnya keluar rumah.

 

“ku peringatkanmu untuk tak mencampuri urusanku!!”

 

Channie buru-buru beranjak dari duduknya lalu memeluk kaki sang ayah sambil menangis. “appa jangan sakiti eomma… kumohon. Kau bukan seperti ayah yang kukenal? Kemana ayahku yang baik? Kemana?” ucap Channie disela-sela tangisannya.

 

Tuan Park terlihat memejamkan matanya erat-erat. Tetapi beberapa saat kemudian ia mendorong anaknya dengan kasar. “maafkan aku Channie.” Lirihnya.

 

Channie memejamkan matanya erat-erat saat mendengar teriakan ibunya. Ia tak tahu apa yang diperbuat ibunya hingga ayahnya murka seperti itu. Channie sangat mengenal ayahnya. Ayahnya tak akan berbuat seperti itu jika dia tidak benar-benar marah. Ia kembali mendengarkan teriakkan ibunya. Gadis itu beranjak dari tempatnya lalu berjalan menjauh dari rumahnya,  berniat mencari pertolongan orang-orang disekitarnya.

 

Channie melihat seorang anak laki-laki dengan tas di punggungnya. Tanpa pikir panjang gadis kecil itu menghapiri bocah laki-laki itu sambil menangis. “kumohon tolong aku, tolong pisahkan ibu dan ayahku. Mereka…”

 

Seorang bocah laki-laki yang berumur sekitar 12 tahun itu hanya mengernyitkan keningnya. Ia melepaskan earphone-nya lalu menatap gadis kecil didepannya. “apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini? Kenapa kau menangis?” tanya pria itu sambil menatap wajah sembab Channie kecil.

 

“eomma dan appa bertengkar. Appa menyakiti eomma, aku tak tahu harus berbuat apa? Appa mengunci pintunya dan aku tidak bisa masuk kedalam rumah. Kumohon bantu aku memisahkan pertengkaran mereka.” Ucap Channie disela-sela isakannya.

 

“ehmm…”

 

“aku Kyuhyun kau bisa memanggilku Kyuhyun oppa.” Ucapnya sambil menghapus air mata gadis kecil itu. Matanya terpaku saat melihaat beberapa luka di wajah gadis kecil itu. Ia memegang bahu gadis kecil itu. “kau terluka karena ayahmu?” tanya Kyuhyun menatap lekat-lekat mata Channie.

 

Channie menggelengkan kepalanya cepat. “kumohon bantu aku memisahkan mereka…”

 

“aku yakin mereka bisa menyelesaikan masalah mereka dengan kepala dingin. Kau harus tenang… aish kemana Jong Jin?” desisnya sambil melirik arlojinya. Channie kecil menggelengkan kepalanya.

 

“Sebelumnya, appa tidak pernah semarah ini. Ku mohon bantu aku memisahkan mereka supaya tidak bertengkar.” Isak Channie. Kyuhyun kecil meringis pelan, tangannya terulur menarik tangan bocah itu lalu menariknya ke dalam pelukannya. Ia mengelus rambut bocah itu, menenangkan tangisannya. Tak lama seorang pria keluar dari rumah di depannya.

 

Sebelum pergi, pria itu menatap Kyuhyun dan Channie. Kyuhyun membalas tatapan itu dengan tajam. Ia yakin jika ayah yang dimaksud bocah kecil ini, adalah ahjussi itu. Kyuhyun menatap punggung pria itu yang semakin menjauh. Ia menghela napasnya saat dirasanya jika tangisan bocah di pelukkannya itu berhenti. “baiklah, sekarang ayahmu sudah pergi. Ibumu ada di dalam sana ‘kan? Jangan menangis lagi.” Ucap Kyuhyun sambil memegang bahu Channie. Channie kecil menganggukkan kepalanya pelan, “terima kasih oppa.” gumamnya. Kyuhyun menganggukkan kepalanya, matanya melirik kalung perak yang berbandul tulisan ‘Channie’

 

“sama-sama. Masuklah. Udara diluar rumah sangat dingin.” Bocah itu menuruti perkataan Kyuhyun, sebelum pergi ia membungkukkan badannya sambil menggumamkan kata terima kasih.

***

Kyuhyun menggunakan sarung tangan, ia memasukkan pisau dengan ujungnya yang terlihat sangat lancip. Pria itu keluar dari mobilnya diikuti oleh asistennya dan beberapa anak buahnya, ia menatap keadaan di sekitarnya yang terlihat sangat sepi. Tubuh tegapnya mengikuti langkah seorang pria paruh baya yang berjalan di depannya. Sepertinya pria paruh baya itu mabuk karena Kyuhyun bisa mencium bau alkohol di sekitarnya. Kyuhyun menggunakan masker hitamnya, lalu menghalangi langkah pria paruh baya itu. “apa yang kau lakukan hah! Oh… kau ingin megajakku bertengkar, anak muda.” Ujar pria paruh baya itu tak terkendali.

Kyuhyun mengambil pisau di sakunya tanpa sepengetahuan pria paruh baya itu. dengan cepat ia menancapkan pisau tersebut tepat di leher pria itu. ia kembali menarik pisaunya saat pria paruh baya itu kehilangan nyawanya lalu menyuruh asistenya mengurus kematian tuan Park. Kyuhyun berjalan cepat ke arah mobilnya lalu melepaskan masker hitamnya kemudian mengendarai mobilnya, meninggalkan asistenya beserta beberapa anak buahnya.

Kyuhyun memandang rumah sederhana Channie dari jauh, ia melihat keadaan rumah itu yang terlihat sepi. Asisten dan anak  buahnya sudah berada di belakang mobilnya. Dari kejauhan, ia melihat seorang gadis mungil yang berjalan sendirian sambil menutup rapat-rapat tubuhnya dengan mantel tipis. Sepertinya mantel itu sudah tak berguna lagi, terlihat dari warnanya yang sudah pudar dan bolong di beberapa bagian tetapi Channie masih mengenakannya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun menggunakan masker hitamnya lalu membuka pintu mobil di sampingnya. Kaki panjangnya berjalan menghampiri Channie dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku jaketnya. Matanya menatap Channie tajam. Sesampainya di samping gadis itu, ia menarik tangan Channie cepat lalu menekan titik nadi di leher gadis itu. Tiba-tiba kesadaran Channie hilang dan Kyuhyun langsung membopong tubuh mungil itu. Anak buahnya membukakan pintu penumpang, Kyuhyun masuk kedalam sana dengan tubuh Channie yang berada di gendongannya. Asistennya mengambil alih kursi pengemudi, setelahnya mereka meninggalkan rumah itu dengan mobilnya.

.

Kyuhyun menatap Channie dalam diam, sesekali bibirnya mengecupi bibir mungil gadis itu berharap Channie bangun dari tidurnya. Mungkin saja gadis itu akan tersentak kaget setelahnya lalu membentaknya atau bahkan memberontak minta kembali ke rumahnya. Kyuhyun sudah bertekad, ia akan memaksa Channie tinggal dirumahnya. Kyuhyun tak bisa membiarkan Channie tinggal di rumah sederhananya karena anak buah Lee Jong Suk akan menggeledah rumah itu untuk membuktikan ucapannya yang bisa mengurus Channie tanpa harus membunuhnya. Ia mencintai gadis itu, sangat mencintainya walaupun belum lama ia mengenal gadis itu dan ia akan membunuh siapa pun yang berani menyakiti ataupun menyentuh gadisnya. Terdengar posesif memang, tapi itulah Kyuhyun.

Gadis itu mengerjapkan matanya pelan, matanya menyesuaikan diri dengan cahaya di sekitarnya. Channie ingat betul tadi malam ia berjalan sendiri dan tiba-tiba saja ada yang menyentuh lehernya setelahnya Channie tidak ingat lagi. Matanya berputar ke segala arah, menyadari jika itu bukanlah kamarnya. Kamarnya tidak semewah ini, tubuhnya mundur begitu saja saat ia menoleh kesamping lalu menemukan Kyuhyun yang tidur menyamping sambil menopang kepalanya dengan siku tangan. Pria itu tersenyum tipis, tangan kanannya terulur ingin menyentuh pipi Channie. Sebelum itu terjadi, Channie sudah lebih dulu menepis tangannya kasar. Kepalanya mendadak pusing, dari kemarin siang ia belum sempat makan apa pun. Bahkan perutnya sudah sangat lapar.

Channie mendesah pelan, ia kembali membaringkan tubuhnya sambil mengusap dahinya. “kumohon ijinkan aku istirahat sebentar.” Gumamnya lirih, ia sudah tak peduli kenapa dirinya yang bisa ada di kamar mewah ini dan seorang pria yang sangat ingin Channie hindari. Kepalanya sudah benar-benar terasa pusing saat ia melakukan gerakan cepat tadi dan Channie tidak ingin mengambil resiko.

Kyuhyun mendudukkan dirinya lalu mengambil sebuah nampan berisi makanan di nakas sampingnya. ia meletakkan nampan tersebut di atas pangkuannya lalu mengambil sesendok bubur, tangannya terulur menyuapkan sesendok bubur kepada Channie. Mata Channie yang tadinya terpejam mengerjap pelan saat merasakan dingin dari sendok yang menyentuh bibirnya. Perutnya keroncongan saat aroma bubur itu mengganggu hidungnya. Matanya menatap ragu pria di depannya. Dengan bantuan Kyuhyun, Channie duduk bersandaran pada kepala ranjang.

Kyuhyun menyuruh Channie membuka mulutnya lewat tatapannya dan tangannya yang kembali menyodorkan sesendok bubur di bibir Channie. Channie membuka mulutnya pelan dan Kyuhyun menyuapinya. Channie mengunyahnya pelan lalu tersenyum senang saat merasakan rasa bubur di depannya. Rasa bubur itu sangat persis seperti buatan ibunya. Ia ingat betul rasa masakan ibunya walaupun selama belasan tahun ini ia tak pernah merasakannya lagi. Tatapan sedih Channie membuat Kyuhyun mengeraskan rahangnya. Apa Jong Jin memasukkan sesuatu ke dalam bubur ditanganya hingga ekspresi wajah Channie seperti itu?

“Apa ada yang salah dengan makanannya?” tanya Kyuhyun tajam.

Channie mendongakkan wajahnya sambil mengggelengkan kepalanya, tangannya terulur pada jus jeruk diatas nampan. Gadis itu meminumnya cepat lalu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis walau tak sampai matanya. Ia tersadar dari pikirannya. Ia ingin menanyakan kejadian semalam tapi Kyuhyun sudah menyuapkan sesendok  bubur itu kedalam mulutnya.

“Apa aku boleh menanyakan sesuatu?” tanya Channie yang masih mengunyah makanannya. Kyuhyun menatap Channie tajam seolah-olah mengancam gadis itu lewat tatapannya. Channie meringis pelan saat melihat mata kecoklatan pria itu yang menatapnya dengan dahi yang dikerutkan dan itu sukses membuat Channie bungkam seketika.

“Habiskan makananmu Channie!” tenang tapi menyeramkan. Channie tidak berani menatap mata pria itu saat mendengar nada suara Kyuhyun yang menakutkan baginya. Walaupun bukan bentakkan, Channie merinding saat mendengarnya. Channie kembali menerima suapan berikutnya hingga habis. Ia kembali meminum jus jerus yang tinggal setengah. Matanya melirik Kyuhyun melalui bulu matanya. Saat ini Kyuhyun sedang memindahkan nampan dipangkuannya tadi keatas nakas.

“Apa kau yang menculikku?”

Kyuhyun mengerutkan sebelah alisnya sambil tersenyum miring dan entah kenapa Channie menyukai senyuman itu, Kyuhyun terlihat lebih tampan saat tersenyum begitu apalagi dengan rambut coklatnya yang dibiarkan acak-acakkan. Pria itu memajukan wajahnya agar sejajar dengan wajah Channie, bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan dan Channie bisa merasakan hembusan nafas Kyuhyun diwajahnya. Channie ingin memundurkan wajahnya tapi tidak bisa karena Kyuhyun sudah menahan tengkuknya.

“Menurutmu?” gumamnya misterius.

Channie membelalakan matanya, kedua tangannya berusaha mendorong dada pria itu tapi tidak bisa. Tubuh Kyuhyun seperti batu karena tidak berubah sama sekali padahal Channie sudah mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mendorong Kyuhyun. “A… pa benar?” desisnya takut. Kyuhyun menjauhkan sedikit wajahnya. Kedua tangannya menangkup wajah Channie, mendongakkan wajah gadis itu agar menatap matanya.

“Aku tidak akan menyakitimu Channie. Aku janji dan kau bisa memegang janjiku.” Bisik Kyuhyun serius. Mata Channie bergerak-gerak gelisah saat mendengar untaian kata demi kata yang keluar dari mulut pria itu. Ia sendiri sedikit tak yakin, apalagi dirinya tahu jika Kyuhyun bukan orang baik-baik. Ya, setelah mengetahui nama pria itu Channie sempat mencari informasi tentang Kyuhyun di internet. Kyuhyun sangat suka memainkan wanita, Kyuhyun juga sangat suka bergonta-ganti pasangan disaat dirinya menghadiri sebuah pesta, wanita-wanita itu berasal dari kalangan artis, model, dan orang-orang yang setara dengan pria itu. Apalagi kalau tidak kaya! mana mungkin Kyuhyun mau merendahkan dirinya sendiri karena berhubungan dengan orang miskin!

“Bisa kau jelaskan kenapa aku ada disini?” gumamnya lirih.

“Kau akan mengetahuinya nanti sayang.” Bisik Kyuhyun sambil menarik Channie kedalam pelukan hangatnya.

***

Kyuhyun memainkan dagunya saat melihat pesan yang tertera dilayar ponselnya.

‘Kau hanya milikku, Cho Kyuhyun. akan kupastikan itu! tidak boleh ada yang memilikimu selain aku!’

Kyuhyun tersenyum remeh saat membaca pesan dari gadis jalang yang selama ini selalu mengganggunya. Hei, tak akan ada yang bisa memilikinya kecuali gadis yang dicintainya selama ini, siapa lagi kalau bukan Channie.

Saat ini Kyuhyun sedang menyelesaikan beberapa pekerjaannya di ruang kerja. Ruangan sepi itu terlihat semakin menyeramkan karena sang pemiliknya menampilkan senyum sinisnya. Entah apa yang dipirkannya hingga tersenyum seperti itu.

Tokk Tokk

Ketukan di pintu ruang kerjanya membuat Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari ponsel tersebut. Ia melihat Jong Jin yang membukakan pintu untuk Channie dan mempersilahkan gadis itu untuk masuk keruang kerjanya. Sepertinya ada sesuatu yang ingin ditanyakan gadis itu, Kyuhyun sudah bisa menebaknya dari raut wajah Channie yang terlihat menggemaskan.

“Ada sesuatu yang mengganggu kepala cantikmu, baby?”

Kyuhyun terkekeh pelan melihat raut wajah bingung Channie. Gadis itu berdiri di depan mejanya dengan kedua tangan yang saling bertautan. Matanya bergerak kesana-kemari menghindari tatapan tajam Kyuhyun.

Kyuhyun beranjak dari duduknya. Pria itu berjalan kearah Channie lalu menarik lengan gadis itu untuk mengikuti langkahnya. Kyuhyun membawa gadis itu kesebuah sofa yang berada dipojok ruangan. Channie baru saja ingin mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun tapi pria itu sudah terlebih dahulu menarik tangannya sehingga Channie duduk diatas pangkuan Kyuhyun. Channie membelalakkan matanya saat Kyuhyun memeluk pinggangnya. Posisi duduk Channie yang berada dipangkuan Kyuhyun membuat dirinya harus menundukkan wajahnya.

Kyuhyun mengambil ponselnya lalu mengetikkan sebuah nomor yang dihafalnya.

“Jangan masuk keruang kerjaku sekarang hingga aku kembali memerintahmu.”

Channie terlihat ketakutan saat mendengar pembicaraan Kyuhyun. Apa Kyuhyun akan memperkosanya disini? Astaga Channie sudah gemetaran hanya karena membayangkannya. Ia tidak ingin diperlakukan layaknya seorang pelacur.

“Katakan.” Bisik Kyuhyun.

Channie menyentuh bahu Kyuhyun saat pria itu memajukan wajahnya kearah lehernya. “Aku ingin pulang!” gumam Channie sangat pelan, yah gadis itu jadi tidak mempunyai keberanian untuk marah saat melihat tatapan tajam Kyuhyun. Kyuhyun mengerutkan sebelah alisnya, matanya menatap Channie yang saat ini sedang memiringkan kepalanya kesamping.

‘Menghindari tatapanku, cantik’ pikir Kyuhyun sambil tersenyum penuh kemenangan.

Sebelah tangannya menarik dagu Channie agar menatap matanya. Kyuhyun tersenyum dalam hati saat melihat mata Channie yang berkaca-kaca.

“Tidak.”

Channie menatap Kyuhyun marah. Dirinya ingin beranjak dari pangkuan Kyuhyun tapi Kyuhyun semakin memeluk pinggang Channie erat. “Lepaskan.” Desisnya.

“Aku tidak memperbolehkanmu pulang karena sekarang kau tinggal disini!”

Channie membelalakkan matanya. Dirinya Ingin sekali mencekik leher Kyuhyun kalau bisa. Apa maksudnya dengan menyuruh dirinya tinggal di penthouse ini?

“Aku tidak mau!!” Teriak Channie sambil meronta-ronta dalam pangkuan Kyuhyun. Terlepasnya dari pangkuan Kyuhyun, Channie mengenyampingkan rasa takutnya pada tatapan Kyuhyun yang sarat akan emosi. Justru Channie membalas tatapan pria itu tak kalah tajamnya.

“Dasar pria bajingan! Enyahlah kau dari sini! Kau pikir siapa dirimu hah! Apa hanya karena kekuasaanmu kau bisa berlaku seenaknya terhadap orang miskin sepertiku! Apa yang kau inginkan dariku!”

Channie mengeluarkan seluruh sumpah serapahnya dengan nafasnya yang memburu. Ia melihat tatapan Kyuhyun yang terlihat lebih seram dari sebelumnya. Matanya menyipit tajam kearah Channie sambil mendesiskan bibirnya. Kyuhyun beranjak dari duduknya, mata hitam kecoklatannya menatap Channie sangat tajam.

Channie hanya bisa menundukkan wajahnya sambil meremas ujung bajunya gugup. ia menggigit bibir bawahnya saat melihat dada bidang Kyuhyun tepat berada di depannya matanya. Tak lama ia merasakan sebuah tangan yang menyentuh pipinya lalu mengusapnya lembut. Channie memberanikan diri untuk mendongakkan wajahnya. Ia melihat Kyuhyun takut-takut. Sepertinya emosi pria itu sudah mereda.

Channie menatap mata coklat Kyuhyun yang menggelap. Tangan Kyuhyun berpindah kebibir bawahnya, membelainya halus lalu menyingkirkan anak-anak rambut yang menempel dipipi Channie kemudian, menyelipkannya kebelakang telinga. Channie memundurkan wajahnya saat wajah Kyuhyun mulai mendekat, bahkan Channie bisa merasakan hembusan nafas hangat milik Kyuhyun.

Jantung Channie berdetak lebih kencang saat tangan Kyuhyun menekan lehernya. Lalu Channie merasakan bibir Kyuhyun di bibirnya. Kyuhyun melumat bibir Channie seolah sudah tak ada lagi hari esok. Mulutnya sangat liar dan lapar mengecap, melumat dan menikmati bibir Channie yang selembut madu.

Channie terpana merasakan ciuman yang sangat intim ini, yang baru pertama kali dirasakannya. Seluruh tubuh Kyuhyun menempel ditubuh Channie. Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya, setelah menjelajahi dan mencicipi seluruh rasa bibir Channie, lidah Kyuhyun mulai mencecap dan mencoba-coba mulai membelai masuk ke dalam bibir gadis itu.

Channie mengerang mencoba menolak, dia tidak pernah berciuman seperti itu! lidah Kyuhyun menjelajah masuk, menikmati seluruh rasa dan manisnya mulut Channie, Kyuhyun mengerang dalam ciumannya. Oh ya Tuhan nikmat sekali! Erangnya dalam hati, dan gairahnya naik begitu cepat bagaikan roket, Gadis itu terasa begitu nikmat, begitu manis dan menggairahkan, sekujur tubuh Kyuhyun menginginkan gadis itu, sangat menginginkannya! Tapi dirinya sadar jika itu pengalaman pertama Channie dan dia sudah melakukannya diluar kendali.

Kyuhyun melepaskan tautannya. Suasana Ruangan itu begitu hening, hanya desah napas memburu bersahutan, Channie bahkan tak tahu itu napas siapa. Kyuhyun sengaja menjauhkan sedikit wajahnya dengan menyatukan kening mereka, bibirnya begitu dekat dengan bibir Channie, hingga napasnya yang panas menyatu dengan napas Channie.

“Kau tahu apa hukumanmu jika kau menentangku.”

Mata Kyuhyun kembali menggelap. Matanya menatap manik mata Channie lekat-lekat. “Aku bisa melakukan sesuatu yang lebih dari ini.” Bisiknya sensual. Kata-kata itu terdengar seperti sebuah ancaman bagi Channie.

***

Channie berdiam diri di atas sofa dengan pandangan yang terarah kedepan. Gadis itu melihat tayangan yang ditampilkan di layar televisi. Tidak ada yang bisa dilakukannya siang ini karena Kyuhyun melarangnya keluar dari penthouse yang begitu luas. Bahkan di depan pintu utama berdiri beberapa bodyguard. Kyuhyun seperti mengekang dirinya. Channie ingin sekali membantah perkataan pria itu jika saja tatapan Kyuhyun tidak membuatnya takut.

Jong Jin berdiri tak jauh darinya. Asisten Kyuhyun itu sibuk dengan ponsel ditangannya sambil bersenandung. Ya, Kyuhyun menyuruh asistennya itu untuk mengawasi dirinya. Tapi lihatlah perilaku pria itu, asik dengan dunianya sendiri. Kenapa Kyuhyun bisa memilih asisten seperti Jong Jin yang tidak memiliki otot ditubuhnya seperti para bodyguard yang berbadan kekar itu. walaupun Jong Jin tinggi dan memiliki dada yang bidang. Channie jadi meragukan ilmu bela diri yang dimiliki pria itu. Dan juga kemana raut dingin dan tegas yang dikeluarkan Jong Jin saat berhadapan dengan Kyuhyun tadi??

Channie menggaruk kepalanya lalu beranjak dari duduknya. Gadis itu berjalan ke arah dapur. Berjalan ke arah lemari es lalu mengeluarkan beberapa bahan makanan dari sana. Channie mengerutkan bibirnya saat tidak melihat bahan makanan yang diinginkannya. Channie berlarian kecil menghampiri Jong Jin.

“Oppa, bolehkah aku membeli keju dan margarin di lobi?”

Jong Jin menatap Channie sambil mengerutkan keningnya. Tiba-tiba saja Jong Jin membuka pintu utama. “biar aku yang membelinya.” Ucapnya sebelum pergi.

Channie mengerutkan alisnya lalu mengangkat bahu tak acuh. Gadis itu kembali melanjutkan pekerjaannya membuat Fettucini Carbonara ala Itali, Masakan sejenis pasta. Waktu Channie bekerja di sebuah restoran dan menjadi seorang pelayan, salah satu chef disana mengajarkan Channie memasak beberapa makanan barat. Sekian banyaknya makanan barat hanya makanan itu yang Channie bisa. Walaupun dirinya menyukai beberapa makanan barat, Channie cukup tahu diri jika uangnya tidak akan cukup untuk membeli makanan-makanan tersebut karena masih ada kebutuhan yang lebih penting.

Channie memotong dua siung bawang putih, bawang merah, dan sosis, lalu memasukkan air kedalam panci dengan setengah sendok teh garam dan satu sendok makan minyak goreng. Setelah air mendidih Channie memasukkan Fettucini.

Tak lama Jong Jin datang dengan sekantung plastik kecil. Pria itu menyerahkan kantung tersebut. “Ini pesananmu, nona.” Channie menundukkan wajahnya sedikit sambil tersenyum tipis. “Terimakasih..” Jong Jin tersenyum tipis lalu membalikkan tubuhnya.

Selama menunggu Fettucini itu matang, Channie menumis bawang yang dipotongnya tadi dengan sosis, sebelumnya ia memanaskan margarin lalu memasukkan susu cair, garam, dan merica hitam kasar. Channie beralih pada panci disampingnya lalu mengangkat fettucini itu. setelahnya Channie mamasukkan fettucini dan keju yang sudah diparut kedalam wajan kemudian mengaduknya hingga rata. Ia mematkan api lalu memasukkan kuning telur dan menyalahkan api lagi. Setelah selesai Channie meletakkannya diatas piring.

Gadis itu mencicipi pasta buatannya lalu tersenyum puas saat rasanya tidak mengecewakan. Channie berjalan kearah lemari es lalu mengeluarkan buah strawberry dan es batu. Channie terlonjak kaget saat melihat Kyuhyun berdiri diambang pintu sambil bersidekap. Ia menatap Kyuhyun takut-takut saat pria itu berjalan mendekat. “Maaf. Aku lancang karena sudah merusak dapurmu.” Gumamnya lirih.

Kyuhyun meletakkan kedua tangannya pada saku celananya. Ia berdiri di depan Channie sambil menundukkan wajahnya. “Lakukan apapun yang kau mau, Channie.” Bisiknya sambil membawa Channie ke dalam pelukkannya. Kyuhyun mengecup puncak kepala Channie.

“Baru beberapa jam aku pergi dan aku sudah sangat merindukanmu.”

Channie menggerakkan kedua bola matanya bingung. Ia melepaskan pelukan Kyuhyun lalu meletakkan buah strawberry dan es batu diatas pantry. “Bolehkan aku melanjutkan pekerjaanku?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Ia menatap Channie tajam. “Aku akan kembali lagi nanti. Aku sangat ingin mencicipi masakanmu.” Ucap Kyuhyun sebelum pergi meninggalkan Channie yang terperangah. Ya, ini bukan waktunya pulang dan kenapa Kyuhyun ada disini?

Channie mendesah malas. Dipikirkan hingga kepalanya pusing pun Channie tidak akan bisa menebak jalan pikiran Kyuhyun. lebih baik Channie melanjutkan pekerjaannya, membuat jus strawberry.

.

Channie mengusap bibirnya saat makanannya sudah habis. Baru kali ini dirinya makan dipiring yang sama dengan seorang pria. Tadinya Channie ingin membuat satu porsi lagi Fettucini Carbonara tapi Kyuhyun menolaknya. Alhasil mereka makan bersama-sama.

Channie salah tingkah saat pandangan Kyuhyun menatap dirinya. Tiba-tiba saja Kyuhyun memajukan wajahnya lalu menjilati bibir Channie yang masih tersisa noda makanan. Channie membelalakan matanya, tangannya menyentuh dada Kyuhyun, menahan tubuh Kyuhyun supaya tidak terlalu dekat.

“Kebiasanmu Channie? Tidak minum setelah makan!”

Channie menundukkan wajahnya saat melihat tatapan Kyuhyun yang menajam. Tangannya langsung menggapai gelas didepannya lalu meminumnya cepat. Kyuhyun terkekeh pelan tanpa sepengetahuan Channie. Tangan Kyuhyun terulur kebibir Channie lalu mengusapnya lembut setelahnya dia menjilati tangannya sendiri.

“Kau tidak merasa jorok?” tanya Channie sambil mengerjapkan mata bulatnya.

Kyuhyun meliriknya lalu menarik dagu Channie dan mencium bibir Channie dengan kuat. Ciumannya penuh harapan dan gairah, berharap untuk apa? Channie pun tak tahu. Ciumannya membuat Channie kehilangan nafas. Ciuman itu diakhiri dengan gigitan gemas dibibir bawah Channie. Channie mengerang pelan saat merasakan perih disekitar bibirnya. Kyuhyun menyatukan dahi mereka, tatapannya menggelap saat melihat bibir Channie yang merah karena ciumannya tadi. Kyuhyun merasa tertantang dengan gadis di depannya.

Selama ciuman, Kyuhyun selalu mencari cara agar ciumannya dibalas oleh Channie dan usahanya selalu gagal. Ingin sekali Kyuhyun membawa Channie ke ranjangnya, tapi ia urungkan niatannya karena tidak ingin membuat gadis itu membenci dirinya.

“bolehkah aku bertanya?” tanya Channie pelan.

“Tentu.”

Channie menggigit bibir bawahnya, kebiasannya dirinya jika sedang bingung. Kyuhyun mengecup bibir itu dan Channie melepaskan gigitannya karena Kyuhyun. Channie memberanikan diri menatap mata hitam Kyuhyun lekat-lekat.

“Beberapa hari ini aku tidak masuk kuliah? Kenapa kau melarangku?”

Kyuhyun menarik pinggang Channie lalu mengangkatnya dan sekarang tubuh Channie sudah berada dipangkuan Kyuhyun.

“Aku melarangmu untuk itu. aku akan memilih beberapa dosen terbaik untukmu, jadi kau tak perlu repot-repot pergi ketempat kuliahmu.”

Channie mengerutkan kedua alisnya tak suka. What the hell!! Kyuhyun melarangnya?

“Kenapa? Kau tidak berhak melarangku!” Kyuhyun menatap Channie tajam, kedua tangannya mencengkram kedua lengan Channie kencang. “Kau membentakku, cantik!” desis Kyuhyun dengan rahang yang mengeras.

“Sakit…”

Kyuhyun melepaskan cengkramannya pada kedua lengan Channie dengan nafas yang memburu. Channie melihat raut emosi diwajah tampan Kyuhyun. ia tersentak kaget saat merasakan pelukan erat dipinggangnya.

“Kubilang TIDAK Channie!” Kyuhyun menekankan kata tidak disana. matanya menatap jauh kedalam bola mata Channie seperti ingin menyampaikan sesuatu. Kyuhyun semakin menarik tubuh Channie hingga tak ada jarak sama sekali. Wajahnya ia letakkan di lekukkan leher Channie sambil menghirup wangi tubuh gadis itu.

“Aku tidak bisa menahan lagi.” Geram Kyuhyun sambil membawa tubuh Channie dalam gendongannya. Kedua kaki Channie terpaksa melingkari pinggang Kyuhyun karena pria itu sangat erat memeluk pinggangnya dan membawa tubuhnya kearah…

Kamar

Astaga apa yang ingin dilakukan Kyuhyun! Channie memberontak dalam gendongan Kyuhyun. Walaupun dirinya minta dilepaskan, Kyuhyun tidak menurutinya. Pria itu seperti batu yang sangat berat. Padahal Channie sudah memberontak dengan menendang-nendang kakinya asal dan juga tangannya berulang kali memukuli bahu dan dada Kyuhyun.

Channie membelalakkan matanya saat Kyuhyun melempar dirinya keatas ranjang dengan tubuh Kyuhyun diatasnya. Ia menahan dada Kyuhyun sambil menatap tatapan mata Kyuhyun yang menggelap. Dia berusaha mati-matian untuk tidak mengeluarkan air matanya, tapi Channie tidak bisa menahannya. Ia sudah menjadi perempuan murahan sejak Kyuhyun menciumnya. Ia kotor, sekarang Channie bukan lagi perempuan baik-baik. Hidupnya sudah hancur dalam sekejap mata. Dia sudah tidak bisa menggapai cita-citanya dan keinginannya membangun sebuah keluarga kecil yang harmonis. Masa depannya hancur karena Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya erat, berusaha menahan gairahnya yang memuncak. Tubuh mungil dibawahnya sukses membuat adik kecilnya mengeras hanya karena tatapan polosnya. Bahkan disaat Channie sedang ketakutan seperti ini malah semakin membuat dirinya ingin melahap Channie habis-habisan. Tapi sabar Cho Kyuhyun, ini pertama kalinya bagi gadismu. Kau harus menunggu hingga Channie siap. Jika Gadis itu tidak mau, segera saja kau nikahi dia.

Kyuhyun beranjak dari tubuh Channie lalu mendudukkan dirinya disamping ranjang sambil menundukkan wajahnya karena menahan rasa sesak di celananya. Kyuhyun mendengar isak tangis Channie yang terdengar begitu sedih, dia mengalihkan tatapannya. Channie tidur menyamping membelakangi Kyuhyun dengan sebuah bantal yang menutupi kepalanya. Bahu gadis itu terlihat bergetar karena menangis. Kyuhyun merutuki dirinya sendiri yang tega membuat Channie terlihat rapuh. Kau sangat brengsek Cho Kyuhyun! kau tidak pantas berada disamping gadis baik-baik seperti Channie!

***

Kyuhyun memukul meja kerja didepannya sambil berteriak marah. Rambutnya terlihat acak-acakan. Hampir saja dirinya membuat kesalahan besar. Kyuhyun tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika Channie mendiamkannya setelah kejadian tadi. Kau bodoh Cho Kyuhyun! Sangat Bodoh!

Drrtt

Kyuhyun mengalihkan tatapannya saat melihat ponselnya bergetar. Kim Joo Hyun memanggilnya.

“WAE!!” bentak Kyuhyun kesal. Setelahnya Kyuhyun membelalakan matanya saat mendengar sebuah suara berat yang sangat dikenalinya.

“Dimana kau sekarang!”

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar lalu mendudukkan dirinya pada sofa disudut ruangan.

“Dimana pun aku berada kau tidak perlu tahu!” ketusnya.

“Anak ini! Kau tidak kasihan pada ayahmu yang sudah datang jauh-jauh kerumahmu dan kau tidak ada.” Ucap Tuan Cho melembut.

Kyuhyun mendesis pelan sebelum menjawab.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Pasti tentang gadis itu, kan.”

“Cho Kyuhyun, kumohon turuti permintaanku sebelum aku bertemu ibumu. Hanya menikah dengan nona Kim dan aku akan sangat bahagia.”

“Hanya itu alasanmu, Appa! Bagaimana jika aku sudah memiliki calon pengantin sendiri?” ketusnya.

Butuh waktu beberapa detik untuk mendengarkan jawaban sang ayah. Sepertinya Cho Yeung Hwan sedikit terkejut.

“Kau sudah memilikinya? Baiklah Appa mengerti.”

Kyuhyun mengerutkan alisnya bingung. Mengerti? Mengerti apanya? Apa ada rencana lagi yang dibuat ayahnya?

“Abeonim, apa yang dikatakan Kyuhyun?”

Kyuhyun sempat mendengar suara Joo Hyun yang berbicara pada ayahnya sebelum sambungan telepon itu terputus. Ia mendesah pelan memikirkan akhir dari masalahnya. Apa ayahnya tetap menyuruhnya menikahi Joo Hyun atau menikah dengan gadis pilihan sendiri? Hei, tentu saja Kyuhyun tidak ingin menikah dengan gadis yang tidak dicintainya! Apa lagi dijodohkan!

***

Channie mengerjapkan matanya pelan saat melihat cahaya matahari yang masuk kekamarnya melalui ventilasi. Tubuhnya terasa berat seperti tertindih sesuatu. Tangannya menyentuh sebuah tangan yang memeluk pinggangnya dari belakang.

Tangan? Astaga.

Channie membelalakan matanya. Ia memutar tubuhnya dan melihat Kyuhyun yang tidur dengan tenang disampingnya. Buru-buru Channie melempar selimutnya. Ia bersyukur karena masih berpakaian lengkap berarti tidak terjadi hal-hal aneh semalam. Channie ingin melepaskan pelukan Kyuhyun tapi pria itu malah semakin mengeratkan pelukkannya yang membuat wajah Channie tepat berada di dada bidang Kyuhyun.

“Morning baby…” gumam Kyuhyun dengan suara seraknya sehabis tidur. Channie merasakan kecupan lembut di puncak kepalanya setelahnya ia merasakan kaki Kyuhyun menindih kakinya. Kyuhyun terlihat seperti memeluk sebuah guling atau pun boneka besar, padahal nyatanya pria itu memeluk tubuh Channie.

“Cho Kyuhyun, bisakah kau melepaskanku?” desis Channie kesal.

Ceklekk

“Omona. Jika seperti ini aku akan cepat memiliki seorang cucu.”

Channie membelalakkan matanya begitu pun Kyuhyun saat mendengar sebuah suara yang terdengar begitu senang. Channie ingin melihat asal suara tersebut tapi Kyuhyun menahannya. “Apa yang kau lakukan, Appa!” desis kyuhyun tajam.

Channie mendongakkan wajahnya saat mendengar nada tak bersahabat yang dikeluarkan pria yang memeluknya itu. “Jaga bicaramu pada orang tua, Cho Kyuhyun.” gumam Chanie. Kyuhyun menatapnya tajam dan Channie tetap menatap marah pada Kyuhyun, gadis itu mengesampingkan rasa takutnya.

“Aku hanya ingin melihat calon menantuku. Apa tidak boleh?”

Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu beranjak dari tidurnya. “Jika kau melukai Channie aku tidak akan memaafkanmu!” Channie bangun dari tidurnya lalu menatap seorang pria paruh baya yang berdiri ditengah-tengah pintu sambil menatap Kyuhyun sedih.

“Kau membenciku? Bisa kau berikan alasan kenapa kau begitu muak melihat diriku.”

“Tanpa kuberitahu pun aku sangat yakin kau tahu alasannya!”

Channie merasakan aura aneh disana, sepertinya anak dan ayah itu ingin bertengkar. Sebelum semuanya terjadi, Channie menghampiri pria paruh baya itu. “Maaf Ahjussi, apakah anda sudah sarapan? Perut saya sudah sangat kosong karena belum sarapan. Mau makan bersama?” Yeung Hwan menatap Channie dalam diam. Bahkan Channie berani bertaruh jika pria paruh baya itu sedang menahan beban dipikirannya dan menahan tangisnya, semuanya terlihat dari raut wajah dan gerak-geriknya.

Channie menarik tangan Yeung Hwan bersamanya. Channie tidak mengacuhkan teriakkan Kyuhyun yang memanggil namanya, Channie lebih memilih melanjutkan jalannya kearah dapur.

Channie sibuk menatap beberapa makanan diatas meja. Butuh waktu setengah jam untuk membuat berbagai macam makanan, itupun harus dibantu oleh dua orang pelayan dirumah ini. Cho Yeung Hwan menatap takjub pada makanan didepannya. Sudah lama, ia tidak melihat banyak makanan setelah istrinya meninggal. Beliau juga sangat merindukan masakan sang istri. Tapi tuhan berkata lain, istrinya sudah tidak berada lagi disampingnya.

“Ahjussi, kau menangis?” tanya Channie yang duduk didepannya.

Yeung Hwan tersadar dari lamunannya lalu menyeka air mata yang mengalir disebelah sudut matanya. “Gwaencanha. Makanan ini mengingatkanku dengan istriku.” Kekehnya. Channie tersenyum tipis lalu menopang dagunya diatas kepalan tangannya. “Kau pasti sangat menyayanginya.” Gumamnya lirih tapi senyumnya tak lepas dari kedua sudut bibirnya. Cho Yeung Hwan mengangguk antusias lalu tertawa pelan. “Sudahlah. Ayo kita makan, nanti keburu dingin.” Channie tersenyum senang lalu mengambil piring dan sendoknya. Langkah kaki Kyuhyun yang menuruni tangga membuat Channie mengalihkan tatapannya dari makanan didepannya. “Kenapa belum pulang!” ketus Kyuhyun, lebih kepada ayahnya. Channie mendengus kesal sambil membanting sendoknya keatas piring. “Bersikap sopanlah pada ayahmu, Cho Kyuhyun!!”

“Kau baru saja membentakku, nona Park!” desis Kyuhyun tajam. Channie menundukkan wajahnya saat melihat mata Kyuhyun yang tajam dan juga rahang yang mengeras. Yeung Hwan mengusap sebelah tangan Channie yang terkepal diatas meja. Kyuhyun berjalan cepat dengan langkahnya yang lebar. Kyuhyun tidak ingin Yeung hwan menyentuh gadisnya sedikit pun! Persetan dengan statusnya yang sebagai anak bagi pria tua itu!

Channie tersentak kaget saat tangannya ditarik Kyuhyun kasar. Bahkan tubuhnya sudah berada dibelakang badan tegap Kyuhyun. Mata Channie terlihat berkaca-kaca karena sempat melihat tatapan terluka milik ayah Kyuhyun! Sikap Kyuhyun benar-benar tidak bisa dimaafkan! Dirinya bahkan sangat ingin memiliki ayah seperti Yeung Hwan, tapi kenapa Kyuhyun malah menyia-nyiakan orang yang menyayanginya?

“Pergi.” Gumam Kyuhyun tenang. Yeung Hwan menganggukkan kepalanya pelan lalu beranjak dari duduknya.

“Maaf Channie, aku tidak sempat memakan masakanmu.” Gumamnya sebelum pergi.

Baru beberapa langkah Yeung Hwan berjalan, beliau membalikkan tubuhnya pelan lalu menatap anaknya yang masih emosi. “Aku hanya ingin bilang, kau boleh menentukan calon istrimu sendiri. Sekarang tidak ada lagi pertunangan antara kau dan Kim Joo Hyun. Maafkan sifatku selama ini, Cho Kyuhyun.” Ucap Yeung Hwan lalu membalikkan tubuhnya lagi, meninggalkan Kyuhyun dan Channie yang terpaku ditempatnya.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya disamping tubuhnya. Pelan-pelan Kyuhyun menarik nafasnya lalu membuangnya pelan. Sambil memejamkan matanya, Kyuhyun menarik Channie agar berdiri dihadapannya. “Besok kita menikah!” itu bukan pertanyaan tapi pernyataan. Dasar pria gila! Dia pikir pernikahan itu sebuah permainan. Seenaknya saja menentukan besok menikah tanpa meminta peretujuan dari dirinya.

“Apa Kau mencintaiku?” gumam Channie dengan tubuh yang gemetaran. Kyuhyun menatap jauh kedalam bola mata bulat milik Channie. Perlahan-lahan wajahnya mendekat hingga hidung mereka saling bersentuhan. Channie bahkan dapat merasakan aroma maskulin bercampur dengan sabun mandi milik Kyuhyun. Channie memejamkan matanya saat merasaka material nan lembut menekan bibirnya. Pinggangnya ditarik mendekat hingga tak berjarak. Ia mengerang pelan saat merasakan gigitan dibibir bawahnya. Lidah Kyuhyun berhasil masuk mengajaknya berperang lidah. Bahkan Channie harus berpegangan erat pada leher Kyuhyun supaya menahan beban tubuhnya. Kakinya mendadak lemas karena ciuman Kyuhyun yang menuntut.

Gairah Kyuhyun memuncak karena Channie membalas ciumannya, yah walaupun dirinyalah yang lebih mendominasi. Kyuhyun tau jika ciuman pertama Channie adalah dirinya dan gadis itu belum berpengalaman sama sekali. Ciuman itu diakhiri dengan gigitan gemas Kyuhyun pada bibir Channie. Dahi mereka masih bersentuhan, bahkan bibir mereka masih berdekatan. Deru nafas masing-masing saling terdengar. Mereka menghirup udara disekitarnya dengan cepat.

“Aku mencintaimu, sayang. Lalu bagaimana denganmu?” gumam Kyuhyun sambil menjauhkan wajahnya. Kedua pipi Channie sontak merona merah. Dia menundukkan wajahnya sambil menggigit bibirnya gugup, mata bulatnya berputar kesegala arah, berusaha menghindari tatapan Kyuhyun.

“A… Aku tidak tahu dengan perasaanku?”

Kyuhyun mendesah pelan. Dia tahu Channie belum berpengalaman dengan seorang pria. Kemana pria-pria selama ini? Mereka telah melakukan kesalahan besar karena tidak mengacuhkan Channienya yang cantik, manis, dan menggemaskan. Tapi didalam hatinya Kyuhyun sangat bersyukur karena dirinya yang berhasil memiliki Channie.

“Asalkan kau berperilaku baik terhadap ayahmu, aku akan memikirkan perasaanku baik-baik.” Gumam Channie pelan. Kyuhyun mendongakkan wajah Channie. Ia menatap jauh kedalam manik mata kecoklatan milik Channie. “Aku tidak bisa.”

“Apa beliau melakukan kesalahan?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan lalu membawa tubuh Channie kedalam gendongannya lalu melangkahkan kakinya kearah ruang tengah. Kyuhyun mendudukkan Channie diatas sofa lalu ia mengambil remot tv. Kyuhyun meletakkan kepalanya diatas pangkuan Channie dengan tatapan yang terarah ke televisi yang menayangkan sebuah pertandingan tinju.

“Ya, dia melakukan banyak kesalahan yang tidak bisa kumaafkan.”

Channie menatap wajah Kyuhyun dalam diam. Dia akan mendengarkan degan baik seluruh beban pikiran Kyuhyun karena dirinya pun begitu penasaran dengan kehidupan yang dijalani pria dipangkuannya itu.

“Sejak umurku 16 tahun beliau menyuruhku untuk belajar tentang bisnis. Bahkan aku diperlakukan tidak adil. Sejak kecil aku dididik dengan keras, tidak boleh melakukan kenakalan sedikit pun. Berbeda dengan Noona yang sangat disayanginya. Eomma meninggal saat umurku 7 tahun. Beberapa hari setelah Eomma meninggal, aku melihat Appa menangis di ruang kerjanya dan ia menceritakan itu semua. Menceritakan jika aku bukan anak kandung dari Eomma. Aku adalah anak haram dari seorang pelacur…” Kyuhyun memejamkan matanya erat saat menceritakan tentang siapa ibunya. Tak lama Kyuhyun merasakan usapan lembut dirambutnya. Kyuhyun membuka kelopak matanya lalu tersenyum tipis.

“Kata Noona, pelacur itu membawa aku kerumah, mereka semua kaget terutama Eomma. Saat tahu jika aku anak Ayah dengan wanita lain, itulah yang menyebabkan Eomma terkena serangan jantung. Saat itulah Appa membenci diriku. Beliau menganggap jika akulah penyebab Eomma sakit. Eomma sangat menyayangiku. Eomma yang mengurusku hingga akhir hidupnya. Dia menyayangiku tapi tidak memaafkan ayah. Appa sangat menyesal karena telah melukai hati Eomma…”

Cupp

Channie mengecup pipi Kyuhyun lembut, ia tersenyum tipis, tangannya masih mengusap rambut Kyuhyun. “Aku tahu apa yang kau rasakan. Kita sama-sama menyimpan rasa sedih didalam diri kita. Aku jadi merindukan mereka…”

“Kau ingin berbicara dengan Ahra Noona?” tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan. Channie mengerutkan keningnya lalu mengangguk cepat. Kyuhyun mengambil ponselnya lalu mengetikkan sebuah nomor yang sangat dihafalnya. Tak lama muncul sebuah video seorang wanita cantik sambil melambaikan tangannya kearah Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun aku merindukanmu.” Teriak Ahra sambil terkekeh.

Kyuhyun tersenyum tipis sambil melambaikan tangannya. “Aku juga, Noona.”

Tatapan Ahra beralih kesamping Kyuhyun. wanita itu tersenyum miring saat melihat adiknya yang gugup. “Tidak ingin memperkenalkan kami?” ketus Ahra.

“Ini Park Channie, calom istriku. Channie ini Ahra Noona.”

Kedua orang itu saling melambaikan tangan sambil tersenyum. “Wow Cho Kyuhyun, kau memperkenalkannya sebagai calon istrimu? Kenapa kau tidak bilang padaku jauh-jauh hari jika kau sudah memiliki calon istri?”

“Kyuhyun bahkan tidak melamarku sama sekali, eonnie.” Gumam Channie sambil mengerjapkan mata bulatnya. Tanpa diduga Kyuhyun mengecup bibir Channie yang membuat Ahra membelalakkan matanya.

“Kalian tinggal berdua? Cho Kyuhyun jangan macam-macam dengan adik iparku! Kalian belum resmi menikah!”

Kyuhyun mengangkat bahunya sambil menyengir. “Besok kita menikah, kuharap kau bisa datang. Bye Noona.” Kekeh Kyuhyun sambil mematikan sambungannya. Kyuhyun sangat suka menjahili kakaknya. Kyuhyun yakin, saat ini Ahra pasti sedang marah karena kejahilannya

“Dimana Ahra Eonnie tinggal?” tanya Channie sambil menekuk lututnya lalu memeluknya kemudian meletakkan kepalanya diatasnya. Matanya menatap tayangan televisi didepannya.

“Verona.”

Tempat itu kalau tidak salah dikenal karena kisah Romeo dan Juliet? Verona memiliki kota dengan gaya pusat abad pertengahan yang baik, Verona juga mempunyai sebuah kompleks istana yang menarik. Negara italy adalah salah satu negara yang sangat ingin Channie kunjungi. Sayangnya tabungannya belum terlalu cukup untuk bisa pergi kesana, jadi Channie harus bisa menahan diri keinginannya itu.

lagi pula Channie harus mencukupi kebutuhan hidupnya karena sejak dulu kedua orang tuanya tidak memberikan uang jajan. Semenjak hubungan keluarganya merenggang, paginya Channie sibuk bersekolah, pulangnya dia menyempatkan diri untuk mencari uang. padahal waktu itu umurnya baru 9 tahun. Seharusnya anak seumuran itu sibuk belajar dan aktif bermain, tapi Channie lebih memilih bekerja daripada bermain. Beberapa hari tinggal di penthouse besar ini membuat dirinya sangat merindukan orangtuanya.

“Kyuhyun…” panggilnya.

“Hmm…” gumam Kyuhyun.

“Aku… Aku ingin pulang.”

Channie tidak tahu kalau raut wajah Kyuhyun berubah datar.  “Tidak boleh.” Gertak Kyuhyun yang langsung meninggalkan Channie dalam kebingungannya.

***

Channie bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya. Sudah pukul 10 malam dan Kyuhyun belum juga pulang. Channie ingin sekali melihat ibu dan ayahnya jika saja dirinya bisa keluar dari penthouse Kyuhyun. Beberapa bodyguard menjaga ketat setiap pintu sehingga Channie tidak bisa kemana-mana. Ketukan dipintu kamarnya membuat Channie menghentikkan gerakkannya. Ia membuka pintu kamarnya dan melihat seorang gadis cantik dengan sbuah gaun putih nan indah dikedua tangannya.

“Hi, aku Byun Seo Eun. Kyuhyun memesan gaun pernikahan ini untukmu. Boleh aku masuk kekamarmu?”

Channie manatapnya takut tapi ia mempersilahkan gadis itu memasuki kamarnya. Seo Eun melangkahkan kakinya kearah sofa disudut ruangan lalu meletakkan tempat alat make up disana setelahnya ia meletakkan gaun pengantin itu kedalam lemari besar Channie. “Kyuhyun memberiku pesan untuk menjagamu. Dia tidak ingin kau banyak pikiran dihari pernikahan kalian, besok. Lagipula kau terlihat begitu stress, mau melakukan perawatan tubuh? Seperti spa?”

Channie tetap berdiri di tengah-tengah pintu kamarnya sambil menatap gadis didepannya dengan pandangan was-was. Seo Eun terkekeh pelan lalu merangkul bahu Channie. “Tenanglah, aku sahabat Kyuhyun. kau tidak perlu sungkan begitu padaku ck..” kekeh Seo Eun sambil mendudukkan Channie diatas ranjang.

“Kau harus tidur karena besok pagi-pagi sekali kau harus bersiap-siap.”

Channie menganggukkan kepalanya pelan lalu membaringkan tubuhnya menghadap gadis itu. “Dimana Kyuhyun sekarang?”

Seo Eun tersenyum tipis saat mendengar nada canggung Channie. Ia mengelus rambut Channie lembut. “Kau bisa memanggilku Eonnie.”

“Ya.”

“Kyuhyun berada di mansion-nya. Dia bilang ingin menenangkan pikirannya sebelum pernikahan itu tiba.”

Channie mengerutkan sebelah alisnya. “Perkataannya benar-benar serius.” Gumamnya.

“Ya, dia selalu seperti itu. jarang sekali bercanda.”

Channie mengusap wajahnya pelan, matanya terasa berat karena masalah hari ini. Ia tidak tahu semuanya ini mimpi atau memang benar-benar nyata. Tapi dirinya berharap jika ini semua hanyalah mimpi.

***

“Kau sangat cantik seperti dewi yunani, nona Park.”

Channie menatap pantulan dirinya di cermin besar. Ia merasa takjub dengan riasan natural yang sukses membuat wajahnya nampak berbeda dari biasanya. Nampak cantik hingga Channie tidak mengenali dirinya sendiri. “Eonnie..” panggil Channie.

“Ya…” jawab Seo Eun yang saat ini sedang menghias rambutnya sendiri. Seo Eun terlihat sangat anggun dengan gaun putih selututnya, rambutnya juga disanggul ditambah hiasan bunga berwarna putih diatas sanggulnya.

“Apa Kyuhyun benar-benar serius?” tanya Channie ragu. Seo Eun mengalihkan tatapannya lalu merangkul bahu Channie agar berdiri dari duduknya.

“Tentu. Kajja.”

Channie merasa sangat gugup. Pernikahan? Channie tidak menyangka akan menikah diumurnya yang baru 23 tahun tanpa satu keluarga pun yang mendampinginya. Apa mereka masih mempedulikan gadis kecil mereka? Masih ada rasa sayangkah dari ibu maupun ayah untuknya?

Tak terasa setetes air mata jatuh menuruni pipinya. Channie menyekanya cepat lalu mendongakkan wajahnya, menahan air matanya agar tidak keluar. Ia merasakan usapan lembut dibahunya. “Semoga kau bahagia, Channie.” Doa Seo Eun sambil menuntun Channie menuju sebuah mobil yang menunggu mereka.

Sesampainya disebuah gereja, Channie bertemu Cho yeung Hwan yang menunggunya dipintu gereja. Beliau tersenyum tipis lalu mengulurkan tangannya kearah Channie. Channie menerima uluran tangan Tuan Cho sambil tersenyum. Dia menundukkan wajahnya, membiarkan setetes air mata turun membasahi pipinya.

Mereka melangkahkan kakinya pelan. Pintu gereja sudah terbuka begitu lebar. Seo Eun berjalan dibelakang Channie dan Yeung Hwan sambil menaburkan bunga. Channie meremas lengan Yeung Hwan. Matanya fokus menatap mata Kyuhyun yang saat ini sedang tersenyum miring. Walaupun jarak mereka lumayan jauh, Channie bisa melihat samar-samar senyuman Kyuhyun. Pria itu tetap terlihat tampan dengan tuxedo hitam dengan rambut yang disisir rapih.

Yeung Hwan memberikan tangan mungil Channie ke tangan Kyuhyun. Pria itu menarik Channie pelan supaya berdiri disampingnya. Sang pendeta tersenyum tipis pada kedua mempelai.

“Baiklah kita mulai. Kepada mempelai pria. maukah saudara menerima Park Channie sebagai istri yang dijodohkan oleh Tuhan? Maukah saudara mengasihi dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara dia baik pada waktu sakit maupun pada waktu dia sehat, serta melupakan orang lain tetapi hanya mengasihi dia saja, selama saudara berdua hidup didunia ini?”

“Saya bersedia.” Ucap Kyuhyun tenang.

“Kepada mempelai wanita maukah saudari menerima Cho Kyuhyun sebagai suami yang dijodohkan oleh Tuhan? Maukah saudari mengasihi dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara dia baik pada waktu sakit maupun pada waktu dia sehat , serta melupakan orang lain tetapi hanya mengasihi dia saja, selama saudari berdua hidup didunia ini?”

Channie mengerjapkan matanya pelan lalu menundukkan wajahnya. “Saya… Saya bersedia.” Gumam Channie.

Seo Eun membawa sebuah kotak perhiasan berisi dua pasang cincin. Mereka saling bertukar cincin. Tangan Channie sedikit gemetar saat menyematkan cincin perak itu ketangan Kyuhyun. Bahkan, beberapa kali matanya menatap ke seluruh tamu digereja, berharap ibu dan ayahnya duduk dikursi paling depan.

“silahkan untuk memelai pria mencium mempelai wanita.”

Channie terkejut saat tiba-tiba saja Kyuhyun melumat bibirnya begitu rakus. Tidak tanggung-tanggung Kyuhyun menarik pinggang Channie mendekat dengan bibir yang masih aktif melumat bibir Channie. “Aku tidak bisa menahannya lagi.” Gumam Kyuhyun dengan deru nafas yang terengah-engah begitu pun nafas Channie.

***

Kyuhyun melampiaskan hasratnya tanpa ditahan-tahan, ciumannya tanpa jeda seolah-olah lelaki itu tak tahan sedetikpun tidak berciuman dengan Channie. Kyuhyun mengangkat kepalanya, matanya berkabut, pupil matanya membesar terlihat kontras dengan iris matanya yang berubah menjadi hitam kelam. “Aku ingin bercinta denganmu, Channie.” suara Kyuhyun tersengal-senggal, tanpa menunggu jawaban dari Channie, Kyuhyun sudah melumat bibir Channie lagi dengan membabi buta.

Kata-kata vulgar yang dikeluarkan Kyuhyun itu membuat kedua pipi Channie merona malu. Dia akan melepaskan keperawanannya dengan suaminya sendiri. Tidak terbayangkan jika Channie akhirnya menikah dengan pria tampan nan misterius seperti Kyuhyun. Prianya yang telah berhasil merebut hatinya. Cinta pertamanya dan sekarang tubuhnya tengah berbaring dibawah tubuh kekar Kyuhyun dengan gaun pengantinnya yang sudah acak-acakkan. Sedangkan Kyuhyun terlihat begitu menawan dengan rambut acak-acakkannya karena tangan Channie, jangan lupakan juga bibirnya yang memerah.

Astaga, Channie sudah berubah menjadi wanita jalang sekarang!!

Tangan Kyuhyun menelusup di balik gaun yang dikenakan Channie, dia menemukan payudaranya yang hangat dan lembut, lalu meremasnya. Remasan Kyuhyun membuat Channie begitu bergairah sehingga Channie mengerang. Kyuhyun menghentikan gerakannya, menatap Channie lembut lalu mengecup dahinya lama.

“Sakitkah?”, bisiknya parau

Channie terpaku, suaranya seakan tertelan di tenggorokan, bagaimana dia harus menjawab Kyuhyun?

Tetapi Kyuhyun tidak memerlukan jawaban, lelaki itu tersenyum, lalu menggerakkan tangannya lagi menyentuh payudara Channie lebih lembut, dengan ahli dia menyingkirkan gaun pengantin milik Channie yang menghalanginya, dan Kyuhyun menemukan keindahan ranum di balik gaun tersebut. Tubuh Channie hanya berbalut celana dalam berwarna hitam dan itu semakin membuat Kyuhyun bergairah.

“Oh Indahnya”, bisik Kyuhyun serak, ssedangkan Channie memalingkan muka dengan malu dibawah tatapan tajam dan memuja lelaki itu.

Lalu bibir Kyuhyun yang panas menelungkupi puting payudaranya, lidahnya bermain di sana terasa panas, membakar seluruh tubuh Channie hingga ke ubun-ubun, membuatnya terpaksa merintih kesakitan sekaligus nikmat. Kyuhyun begitu ahli sedang Channie yang sama sekali tidak berpengalaman, dan lelaki itu tampaknya tidak bisa menahan dirinya lagi.

Entah kapan, mereka sudah telanjang bersama di atas tempat tidur itu, Tubuh Kyuhyun yang keras, melingkupi tubuh Channie yang mungil di bawahnya. menggodanya, menggesekkan kejantanannya pada kewanitaan Channie dengan lembut, membawa gairah Channie semakin naik, sedikit demi sedikit ke puncaknya.

Kemudian Channie merasakan jari Kyuhyun dikewanitaannya yang tidak terhalang apapun. Lelaki itu menggoda kewanitaan Channie dengan jari-jari lincahnya. Channie membuka matanya yang terpejam, menatap Kyuhyun di atasnya. Lelaki itu menatapnya dengan tajam, matanya berkabut, napasnya terengah, dan anak-anak rambut tampak jatuh di dahi, membuatnya tampak begitu liar sekaligus panas.

“Engghh…”

Channie mendesis pelan saat merasakan kewanitaannya yang terasa seperti ditusuk. Alisnya mengernyit karena menahan sakit dibawah sana. Kyuhyun menggerakkan jari telunjuknya dengan ritme yang pelan. Setelah melihat Channie yang mulai relax, dia menambahkan jari tengahnya memasuki kewanitaan Channie lalu menggerakkannya lagi sampai membuat Channie mendesahkan namanya berkali-kali.

Channie merasakan perutnya bergejolak, seperti ada yang ingin dia keluarkan dan Channie tidak bisa menahannya lagi. Tangannya mencengkram bahu Kyuhyun erat hingga kukunya menancap dibahu lelaki itu. Kyuhyun mengecup bibir Channie berkali-kali, mata sendunya menatap wajah Channie intens. “Kyuu… eungh..”

Channie melingkarkan lengannya pada leher Kyuhyun sambil membenamkan kepalanya disana. Cairan hangat mengalir cukup deras membasahi jari Kyuhyun yang masih tertanam didalam sana. Nafasnya terengah-engah membuat dadanya naik turun dan bergesekkan denga dada bidang Kyuhyun. Ini pertama kalinya bagi Channie. Merasakan hal seintim ini dengan seorang lelaki terlebih lagi lelaki itu adalah suaminya.

Kemudian Channie merasakan kejantanan Kyuhyun, yang tidak terhalang apapun menyentuh kewanitaannya. Mata Channie yang tadinya terpejam, langsung terbuka lebar menatap wajah Kyuhyun. lelaki itu menatapnya tajam, bibirnya menipis karena menahan erangannya.

“Lakukan apapun padaku jika kau merasa sakit.” bisik Kyuhun.

Channie kembali memejamkan matanya saat rasa sakit menghantam kewanitaannya. Sebuah benda tumpul itu mendesak masuk kedalam sana dengan tidak sabaran. Sekali hentakkan, kejantanan Kyuhyun berhasil masuk. Lelaki itu belum menggerakkan kejantanannya karena dia cukup tahu diri apa yang dirasakan Channie.

Bibir Kyuhyun kembali menyesap bibir Channie dengan ahli. Sebelah tangannya meremas salah satu payudara Channie, berusaha mengalihkan rasa sakit yang dialami Channie. Kyuhyun harus menahan diri karena ketatnya kewanitaan Channie yang membungkus kejantanannya. Saat merasakan usapan lembut dibahunya, Kyuhyun mengangkat sedikit pinggangnya lalu menggerakkannya pelan. Pertama-tama, dia melihat dahi Channie yang mengernyit, menahan sakit. Setelahnya hanya suara desahan kedua manusia itu yang terdengar.

“Enggh… Kyuhhh…”

Desahan Channie semakin kencang saat Kyuhyun mulai menggerakkan pinggangnya dengan cepat. Payudaranya kembali terasa hangat karena bibir Kyuhyun yang berulang kali menyesap putingnya. Bibir lelaki itu turun ke leher Channie. Menyesap dan terkadang menggigitnya, membuat tanda kemerahan disana. pinggangnya terus bergerak membuat Channie dapat merasakan indahnya bercinta. Terkadang bibir mungil gadis itu mengerang memanggil nama Kyuhyun. Channie sekarang tahu rasanya bercinta senikmat ini.

“Ahh… Kyuhhh…. ber…rrhentihh…..”

Teriak Channie saat merasakan gelombang kenikmatan itu datang. Perutnya kembali bergejolak sedangkan Kyuhyun semakin mempercepat gerakannya. Suara decitan ranjang, suara desahan dan nafas mereka terdengar menjadi satu diruang kamar Kyuhyun yang hanya disinari oleh sang rembulan yang masuk melalui celah-celah jendela.

“Ak…kuuu… enghh…..” gelombang itu datang. Channie merasa lega setelahnya, tetapi Kyuhyun belum menghentikan gerakkannya. Lelaki itu malah mengangkat punggung Channie lalu membawa tubuh mungil gadis itu keatas pangkuannya. “Apa kita perlu mandi?” tanya Kyuhyun sambil mendongakkan kepalanya, menatap Channie yang lebih tinggi. Mata bulat gadis itu mengerjap-ngerjap, dirinya tersadar dari apa yang dilakukannya barusan. Kedua pipinya merona merah saat tahu Kyuhyun bisa melihat semuanya dengan posisinya yang seperti ini. Tangan mungil Channie yang tadinya berada di bahu Kyuhyun beralih menutupi kedua buah dadanya sambil menundukkan wajahnya.

Kyuhyun melihat semua sisi malu-malu Channie yang malah membuat kenjatanannya semakin menegang. Kemudian Kyuhyun mengangkat pinggang Channie lalu menurunkannya lagi. Kyuhyun terus melakukan itu hingga Channie bergerak sendiri. Kyuhyun melihat payudara gadis itu yang bergerak bebas membuat dia harus menelan ludahnya. Dengan tidak sabaran, Kyuhyun membawa puting Channie memasuki mulutnya. Kyuhyun bak seorang bayi yang sedang menyusu pada ibunya.

“Enghh…”

Posisi yang seperti ini malah membuat kejantanan Kyuhyun semakin memasuki rahimnya. Dengan kasar, Kyuhyun membawa tubuh Channie keatas ranjang. Kemudian menggerakkan kejantannannya dengan brutal. Lelaki itu tidak mendengarkan protesan Channie yang meminta berhenti. Dirinya terlalu gila karena bisa bercinta dengan gadis yang sangat dicintainya. Dia berjanji tidak akan melepaskan Channie. Siapa pun yang berani menyentuh gadisnya, dia tidak akan memaafkan orang itu! “Arghh….” Kyuhyun berteriak sambil membenamkan kepalanya dileher putih gadis itu. Kyuhyun terus menggerakkan pinggangnya walaupun cairan mereka telah mennjadi satu, bahkan ada yang mengalir, melewati paha Channie.

Channie memejamkan matanya, menikmati orgasme-nya begitu pun Kyuhyun. pria itu meletakkan kedua tangannya disamping kepala Channie, wajahnya sejajar dengan wajah Channie hingga dia bisa merasakan nafas terengah Channie. Bibirnya beralih ke dahi gadis itu lalu membenamkan bibirnya disana lama. Kemudian mata Channie yang tadinya terbenam mengerjap pelan lalu mengunci tatapan Kyuhyun disana. Kyuhyun tersenyum tipis lalu beranjak dari tubuh Channie. Kemudian lelaki itu membawa Channie kedalam pelukannya.

“Kyuhyun-ssi.”

“Heumm….”

“Aku…”

Kyuhyun mengusap rambut Channie lembut lalu menundukkan wajahnya saat gadis itu tidak kunjung melanjutkan perkataannya. “Apa?” gadis itu berani mendongakkan wajahnya dengan tatapan memohon.

“Bolehkan aku bertemu orangtuaku? Aku merindukan mereka.”

END

Ceritanya gantung banget ya.. udah kayak jemuran digantung-gantung :3 kalau komennya lumayan banyak dan positif aku bakalan buat sequelnya kok 😀 dikit juga aku tetap buat sequelnya 

Advertisements

73 thoughts on “The Darkness

  1. ya ampun… gimana jadinya chanie kalo tahu appanya udah dibunuh ama kyuhyun dan eomma nya tak tahu dimana… ga bisa kebayang gimana sakitnya. tapi semoga kyuhyun dan chanie ga pisah gara2 masalah itu. semoga chanie bisa maafin kyuhyun deh… aku lanjut baca sequelnya dulu yaa…

    hai author!!! salam kenal. aku reader yang baru nyangkut di blog kamu… izin baca yaa~
    semangat terus nulisnya author, ditunggu karya-karya selanjutnya ^^

    Like

  2. Long banget ini

    Sama” punya masa sedih
    kyu cepet bgt cinta ke chaerin!

    Susah bgt mau ketemu orang tua!
    Kyu terlalu membatasi ruang lingkup chaerin….

    Like

  3. iya ni ngantung……
    apa lagi chani blum tau maksud kyuhyun bawa ke sana…knapa kyuhyun bisa ma chani,

    dan masih banyak deh…gimana cewe yg tadinya ngejar ngejar kyuhyun??? napa ayah kyuhyun jadi bae??? trus masa chani ga tanya napa dia nokah ga ama bapanyayg anter???

    Like

  4. annyeong^^
    kaka aku reader baru disini,ijin baca semua ff nya ya kak.aku bakalan selalu koment kok tenang aja hehe.:)

    kyuhyun channie serasi sekali:D

    Like

  5. Wow kalo channie tau kyu bunuh ayah nya apa yg akan terjadi… Apa mereka blm sadar kalo sebelumnya pernah bertemu di masa lalu???

    Like

  6. Long-oneshoot ff! Ini keren banget eon, jujur saya juga pecinta genre kekerasan+sad.
    Ngebayangin jadi Channie terus ketemu Kyuhyun, hidupnya langsung berubah pasti ada aja waktu saat bikin kaku, ditambah belum terbiasa sm tatapan tajam nan khas Kyukyu.
    Faktanya, gimana caranya Kyuhyun ngasih tau kalo orang tuanya itu udah…. Aish itulah pokoknya, ke Channie. Kasihan Channienya huwahiks(:
    feelnya dapet bangetttt

    Like

  7. Akhirnya, ketemu juga wp pribadi kakak, saya nunggu banget kelanjutan ff young, wild and free nya.

    dan di flying nc nemuu deh blog ini dan juga ff ini, suka sama alurnya walapun end nya gantung tapi semoga ntar waktu baca di sequel nya gak gantung wkwk…

    gimana coba, reaksinya channie kalau dia tau kyuhyun yang bunuh ayahnya…. terus sebenarnya kyuhyun jadi mafia itu cuman kerjaan sampingannya doang atau emang pekerjaannya yang sebenarnya?

    jadi penasaran sama sequelnya, oh ya sampai lupa saya amel reader baru di blog ini salam kenal yah kak ^^

    Like

  8. Sblumny udah penah bca diblog sblh dan pas nemu blog pribadi authorny pngn bca lgi hehe..
    Aku reader bru dsini ijin bca ya..

    Agak gntung si ya endnya msh ada rahasia yg blm channie tau ttng kyuhyun yg seorang mafia sekaligus yg ngbunuh ayahnya smoga di sequelny bisa trjwb smua dan gmna klnjutan hubungn mereka nantinya..

    Like

  9. ini gimana ebtar nih kalw tau ayahnya uda meniggal dan yang bunuh kyun,,,, waduh jabgan sampai berantakan rumah tangganya kyun ama channie

    Like

  10. aduh kyuhyun kirain aku kamu benci ke ayahnya karena apa taunya karena masa kecilnya,kyuhyun mah selalu menang sendiri 😀 😀 ayahnya ngebolehin dia milih calon istri langsung bilang besok nikah ke channie 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s